Bayar Janjimu
Hi mates G’day
How’s your weekend?
Wish you are all doing good.
Di siang yang panas ini ingin ku menulis sambil menikmati semilir angin yang bener-bener sulit banget di dapat.
Sambil mengingat sebuah kata yang muncul dalam benak yakni Janji.
Menurut KBBI Janji adalah ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (seperti hendak memberi, menolong, datang, bertemu).
Teringat pernah menerima banyak sekali janji yang tak kunjung ditepati.
Saya pun pernah membuat janji, tapi saya berusaha untuk selalu menetapi janji yang saya ucapkan.
Seperti halnya saya janji untuk menuliskan cerita-cerita dalam trip saya.
Walaupun sedikit tertunda karena pekerjaan menanti tetapi tetap saya ingat kog.
Jika saya janji dengan teman, sahabat, keluarga atau orang lain.
Saya selalu membuat prioritas dan mendahulukan yang sudah terlebih dulu saya buat.
Well, sebuah bagian dari prinsip bagi saya yang mungkin berbeda dengan orang lain.
Jika janji adalah sebuah kesanggupan untuk berbuat sesuatu.
Jadi bagi saya ucapan itu adalah sebuah Hutang.
Dan namanya hutang ya harus di bayar atau di tepati.
So far, saya tidak punya hutang yang saya ingkari dan tidak saya tepati.
Sebaliknya saya menyimpan banyak piutang.
Posisi yang lebih baik setidaknya.
Bagaimana sih cara bayar hutang itu, ya dengan menepatinya.
Bayar janjimu sebelum ditagih!
Sebuah cerita
Benar kata orang, ucapan kita bisa jadi penyemangat bagi orang lain.
“Oh You made my day!”
Bisa juga menyakiti orang lain.
> Sorry, I am forget about it.
> How could you!
Janji yang adalah ucapan yang mungkin akan membuat orang lain senang.
Namun jika satu kali kita lupa untuk membayarnya, tidak menepatinya bahkan melupakan atau membatalkannya.
Dapat amat sangat menyakiti dan mengecewakan perasaan orang lain.
Bahkan mengacaukan semangat dan harapan yang mereka nantikan.
Pernah terbayang bagaimana perasaan orang tersebut?
Kecewa, sedih atau hancur barangkali.
Parahnya, jika orang tersebut meninggal dunia?
Bagaimana hutang kita?
Hal itu bisa jadi sesuatu bagi orang lain, bukan.
Jangan tanya saya, berapa kali menerima janji dari orang lain dan dibatalkan.
Jangan tanya saya, berapa kali orang membuat komitmen pada saya tapi tak mampu ditepatinya.
Buanyaakkk
Saya sih tidak pernah berjanji untuk bisa memberi ini dan itu.
Saya pun tak pernah berjanji setelah saya sembuh saya ingin lakukan ini dan itu.
Karena saya tahu dalam setiap kata yang terucap mengandung konsekuensi untuk menepatinya.
Kalau bukan sekarang suatu hari ada saatnya.
Serius
Tuhan itu selalu serius.
Tuhan ga pernah main-main sama janji-Nya.
Saya juga selalu menganggap serius sebuah janji.
Dan berusaha untuk tidak mengucapkan sumpah-sumpah untuk meyakini orang lain.
Jika tidak di depan manusia, pastilah dihadapan Tuhan.
Jadilah, jika komitmen itu keluar dari mulut saya.
Segenap tenaga dan upaya akan saya lakukan untuk bisa menggenapinya.
Dalam keyakinan saya pun diajarkan bahwa janji yang tidak ditepati sama artinya dengan berbohong.
Membohongi orang yang kita janjikan.
Dan bohong adalah sebuah Dosa.
Maka menepati ucapan kita itu adalah Penting!
Karena janji adalah hutang yang belum terbayar.
>> Tuhan Yesus mengajarkan kita, hendaklah kita mau menghormati janji dengan menepatinya.
Jika ya, katakanlah ya. Jika tidak, katakan tidak.
Diluar itu adalah kebohongan yang datang dari si jahat.
Ketika mengatakan ya, peganglah itu dengan sungguh-sungguh.
Jangan biasakan untuk memberi janji-janji palsu dengan alasan apapun.
Pengkotbah 5:3 – “Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu”.
Jelas Tuhan pun menagih kita.
Bayar janjimu kepada Tuhan. Jangan menunda dan tepatilah!
Don’t make a promise if you can’t make it!
-dcy-
Dewasa dan bijaklah dalam membuat/mengucap janji.
Bertanggung jawablah untuk bisa menepatinya.
Thanks for reading.
Yang pernah mengalami Delayed boleh baca disini ya.
Cheers
dcy
