Tua itu pasti

Tua itu pasti

Tua itu pasti
Hai temen-temen semua.
Di hari pengucapan syukur dimana jatah usia saya semakin berkurang.

mau nulis sebuah bahan refleksi hidup.

Dan perasaan makin menua bertambah tentunya.
Jadilah tulisan ini pun terbit.

Yeay,, segala puji syukur bagi Tuhan.
Masih ada hari baru dan kesempatan bernafas di hari ini.

Semakin hari kita semakin menua.
Semua akan terasa tak seperti dulu saat masih belia.

Jatah hari yang udah pasti berkurang.
Kesehatan juga kadang up and down.

Semangat aja yang ga boleh kendor.
Selama Tuhan masih kasih hari yang baru buat dikerjakan.

Roma 12:11 >> “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Menyiapkan diri jadi orang benar dihadapan Tuhan.
Itu yang seringkali kita lupain.

Karena saking sibuknya dengan daily routine.
Semua yang dikejar hanya yang sifatnya duniawi.

Lupa mengejar yang sifatnya kekal.
Sepele dan sifatnya ga penting jadi ga masuk dalam priority list kita bukan?

Makin hari makin sadar bahwa semua yang ada saat ini sifatnya temporary.
Nothing will last longer.

Jadi merasa bahwa ga perlu menggengam segala sesuatu terlalu erat.
Melainkan peganglah tangan Tuhan kuat2.

Sebab Dia yang akan selalu menuntun jalan kita.

Dari banyaknya track roller coaster di hidup ini
Membuat saya buka mata lebar-lebar bahwa benar segala sesuatu itu kepunyaan Allah.

Ayub 1:21 b >> “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

Belajar mengubah cara berpikir.
Belajar ke arah pendewasaan hidup.

Mengerti apa tujuan Tuhan menciptakan kita di dunia ini.

Apa iya hanya untuk mengejar pencapaian hidup dan menggapai mimpi juga ambisi.
Atau bahkan mengejar sebanyak mungkin “Likes” dari semua circle pertemanan yang ada.

Mazmur 37:25 TB >> Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.


Membangun Hubungan

Menjadi tua itu ga bisa kita hindari.
Setiap manusia yang hidup pasti akan tua dan mati pada akhirnya.

Lalu apa yang sudah kita siapin buat diri kita di masa depan.

Apa iya kita cuma bangun mimpi yang semu?
Yang sebenernya bakalan kita tinggalin juga pada akhirnya.

Hubungan yang seperti apa yang sudah kita bangun di hidup kita.
Karena people come and go.

Apa yang menjadi prioritas hidup kita saat ini?
Hubungan dengan pasangan, anak, keluarga, orangtua, teman, sahabat?

Bangun deh. Jangan sibuk sama dunia kita sendiri.

Effort banget ya kan? Tentu!

Kalau kita sakit keras, siapa yang bakal bantu kita?
Dokter, suster, perawat, pasangan, ortu atau anak?

Bahkan orang tua kita sendiri saja pada akhirnya akan meninggal dunia.

Lalu siapa yang bisa kita andalkan?


Nah refleksi sama-sama yuk!

Kalau terjadi apa-apa dengan kita siapa sih yang kita cari?

Dengan siapa saja kalian bangun relasi?
Apa kalian juga dekat dan sayang sama diri kalian sendiri?

Dan yang paling utama, apa kita sudah menjaga hubungan kita dengan Tuhan?

Kalau semua yang kita kejar itu sifatnya temporari.
Ga berarti juga Tuhan ga campur tangan loh.

Karena Dia Allah, turut bekerja dalam segala hal yang mendatangkan kebaikan.

Seperti tertulis dalam Yeremia 17:5
”Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”

Memang kadangkala kita itu sok kuat sok mampu bangun ini itu tanpa perkenanan Tuhan.
Iya bener, orang-orang disekitar kita termasuk uang yang kita punya bisa kog menolong kita.

Tapi percaya deh kalau kita ga bangun hubungan yang deket sama Tuhan.
Ada masa dimana kita bakal ngerasain kekosongan dan hilang harapan.

Yesaya 2:22 >> Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?”

We may be helpless but never feel hopeless!

Renungan yang saya tulis di hari jadi saya, untuk diri saya sendiri khususnya.
Dan juga temen-temen yang merasa perlu mereset prioritasnya kembali.

Enjoy your day as I enjoy it.

cheers
dcy