15 Hari Jelajah Jepang
15 Hari Jelajah Jepang: Tokyo, Osaka, Kyoto
Hai teman-teman,
Apa kabar?
Long weekend kali ini seru, kan?
Selamat datang bagi yang baru pertama kali mampir di blog ini – semoga betah ya!
Kali ini saya mau cerita tentang long trip to Japan.
Sebenarnya trip ini sudah beberapa tahun yang lalu, namun saya belum ada kesempatan untuk menceritakannya.
Persiapan Sebelum Berangkat
Persiapan Perjalanan
Tentu saja ada persiapan awal.
Dan percaya atau tidak perjalanan ini nyaris batal, lho!
Dengan semua persiapan yang sudah 80%, 1,5 bulan sebelum saya berangkat ada masalah yang harus saya hadapi. ha ha ha
Tapi tetap rencana Tuhanlah yang terlaksana.
I mean, saya tetap jadi berangkat ke negri Sakura itu.
Jadi rencana trip itu bermula dari obrolan dengan rekan kerja saya di kantor.
Kebetulan dia adalah Japanese Interpreter dan sudah beberapa kali travel ke Jepang.
Lanjut, saya dibantu oleh rekan kerja lain booking tiket melalu temannya yang bekerja di agensi travel.
Dan untuk pemesanan hotel dan airbnb saya dan teman saya bagi-bagi tugas.
Trip 15 hari ke Jepang itu kami tentukan ke 3 distrik seperti, Tokyo, Osaka dan Kyoto
Perjalanan yang jadi salah satu bucket listku akhirnya terlaksana.
Urus Visa ke Jepang
Hal penting yang harus di persiapkan adalah mengajukan aplikasi Visa.
Urus Visa melalui VFS Global, Japan Visa Application Center (JVAC) di Kuningan City Mall 2nd floor, Jakarta Selatan. Bisa dilihat jadwal untuk appointment, proses aplikasi dan permohonannya pada tautan berikut VFS Global.
Dokumen yang harus disiapkan:
Paspor: Pastikan paspor kamu masih berlaku setidaknya 6 bulan sebelum perjalanan.
Formulir Aplikasi Visa: Unduh dan isi formulir aplikasi visa dari situs resmi Kedutaan Besar Jepang [bisa di ketik atau tulis tangan ya].
Pas Foto: Siapkan pas foto terbaru dengan ukuran 4,5 cm x 3,5 cm dengan latar belakang putih [case saya kemarin, saya belum sempat foto jadi saya foto langsung di VFS] agak mahal sih tapi hasilnya bagus kok.
Fotokopi KTP: Siapkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) kamu. Pastikan KTP milikmu sendiri, bukan milik tetangga, ya =)
Tiket Pesawat: Lampirkan bukti pemesanan tiket pesawat.
Itinerary: Buat rencana perjalanan rinci yang mencantumkan tanggal, kegiatan, dan tempat yang akan dikunjungi selama di Jepang.
Bukti Keuangan: Rekening koran 3 bulan terakhir untuk menunjukkan kemampuan finansial kamu selama di Jepang.
Dokumen Pendukung: Seperti surat referensi kerja, bahwa ada masih bekerja di perusahaan tersebut, dan akan kembali bekerja setelah kembali dari perjalanan kamu.
Berikut list tujuan perjalanan kami:
Tokyo Vibes
- Mt. Fuji – Kawaguchi ko
- Sensoji Temple
- Tokyo Tower
- Ueno Park – Pas banget kesana bisa lihat sakura
- Hachiku Statue – Shibuya
- Odaiba – Foto di Rainbow bridge, ke Diver city tempatnya Gundam
Osaka: Kota Kuliner & Budaya
- Osaka Castle
- Osaka Aquarium Kaiyukan – Lots of fish, I love this big Aquarium
Jadi kami dapat 4 tiket Osaka Aquarium dan 2 Malam voucher hotel yang sudah dipesankan oleh ex-Japanese coleague. Lalu malam harinya kami juga diundang untuk makan malam bersama 2 ex-coleague saya.
- Dotonburi – Glico Sign
- Namba – Shopping, kuliner
Damai & Klasiknya Kyoto
- Fushimi Inari Taisha – Nice temple with lots of pillar
Oh Fushimi Inari I’m in love
- Kyoto National Museum
- Ninna-ji Temple
- Arashiyama Bamboo Forest – It’s really a good place for taking photos
Transportasi Antar Kota
Tokyo ke Osaka
Jadi perjalanan dari Tokyo ke Osaka kami lakukan dengan menggunakan moda transportasi Bus yang sudah kami booking sebelum keberangkatan kami. Lamanya perjalanan sekitar 9 jam ya teman-teman.
Ibarat Jakarta-Jogja gitu deh, karena overnight bus.
Kalau kalian menggunakan Shinkasen atau kereta cepat tentunya lebih cepat, sekitar 2-4 jam saja.
Osaka ke Kyoto
Selanjutnya untuk perjalanan dari Osaka ke Kyoto kami lakukan dengan menggunakan moda transportasi kereta JR, yang ini kita tidak perlu booking karena bisa langsung mengunakan Suica atau Pasmo. Lamanya perjalanan sekitar 25-45 menit saja kok.
Tips & Catatan Perjalanan
Itinerary kami sebenarnya tidak terlalu padat, karena kami berempat punya tujuan masing-masing. Saya bersama ibu saya, sedangkan teman saya juga pergi bersama temannya.
Kadang kami berpisah sementara – ada yang mencari makanan, belanja oleh-oleh, atau sekedar ingin menikmati suasana sendiri.
Kalau ada kesempatan lagi, masih banyak destinasi wisata di Jepang yang belum sempat saya kunjungi dan masih masuk dalam wishlist!
Baca Juga:
Trip to Oz – buat yang sedang merencanakan perjalanan ke Australia, boleh banget mampir ke artikel ini.
Trip to Hongkong – Untuk kamu yang ingin liburan ke luar negeri tanpa repot urus visa, ini bisa jadi referensi yang pas!
Yuk Sharing!
Punya pengalaman traveling ke Jepang juga?
Ceritain di kolom komentar, ya!
Kalau ada pertanyaan seputar itinerary ini, feel free untuk tanya-tanya – saya senang banget bisa bantu =]
Enjoy reading.
Have a good day!
–dcy–
