Lessons for Life
Hello, good friends!
Let’s talk about “Lessons for Life” – atau Pelajaran dalam hidup.
Yang saya tulis dari rangkuman banyaknya cerita yang sebenarnya
berasal dari pengalaman penulis tentunya.
Selamat Senin lagi.
Karena harus beristirahat tapi ada beberapa hal yang harus dikerjakan.
Jadi saya sempatkan untuk menulis ini.
Dan pelajaran hidup itu setiap hari ada aja bahasannya.
Beda-beda materinya.
Nggak bisa disetting pakai template.
So, talking about lessons in lyfe will never end, right?
Layaknya satu mata pelajaran di sekolah.
Ga cukup untuk 1 sesi saja.
Maka dari itu saya akan menulisnya dalam beberapa part ya.
Sepanjang perjalanan hidup dan juga dalam beberapa tahun terakhir
banyak sekali pelajaran yang saya dapat.
Dan kali ini baru bisa saya tulis buat reminder.
Belajar dari orang lain
Well, secara tidak langsung kita itu belajar dari orang lain.
Dari kita berinteraksi, berbicara maupun menjalin relasi dengan orang lain.
Saya rasa temen-temen juga begitu kan ya?
Baik negatif ataupun positif hasil dari interaksi kita, kita bisa mempelajari sesuatu.
>> Dari Seorang Ayah
Saya belajar arti kesetiaan dan tanggung jawab.
Semakin hari, saya sadar tidak semua orang mampu setia dan bertanggung jawab.
Nilai ini sangat langka, “prestige dan limitless”.
>> Dari Seorang Sahabat
Saya diingatkan bahwa dunia tak selebar daun kelor.
Pelajaran hidup: Sejauh apa pun seorang melarikan diri, kebenaran akan terungkap-entah lewat media atau mulut orang lain atau tangan Tuhan.
>> Dari Seorang Supir Ojek
Saya tahu artinya sebuah keikhlasan.
Pelajaran hidup: Asal kita sudah melakukan yang bener selebihnya berserah dan ikhlas.
Tuhan pasti melihat apa yang kita lakukan.
>> Dari Mulut Seorang Penipu
saya sadar bahwa ga semua orang bisa dipercaya.
Bahwa orang yang tampak baik itu ga selalu jujur dan bisa dipegang omongannya.
>> Dari Seorang Pengusaha
Saya bukan hanya melihat kegigihan, namun menyaksikan
bagaimana bekerja dengan halal atau menghalalkan segala cara.
>> Dari orang bermulut manis
Saya sadar pentingnya menjaga diri dan juga hati.
Karena apa yang mereka lakukan untuk merusak diri kita dan menghancurkan hati.
Ga akan mampu dia pertanggung jawabkan.
>> Dari orang yang super angkuh
Saya mengerti mengapa Tuhan sangat membenci
orang yang sombong.
Saya pun melihat dan merasakan orang sombong bisa melakukan apapun untuk
merendahkan orang lain dan membanggakan dirinya.
Final Thoughts
Lanjut ke Part 2 ya – karena hidup masih terus mengajarkan, dan kita masih terus belajar.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Semoga tulisan ini menemani kalian yang sedang di fase sulit percaya, atau sedang mencari arah hidup.
Jangan lelah belajar, jangan takut terluka, jangan pernah lepas dari tangan Tuhan.
Sampai jumpa di Part 2.
Stay safe, stay kind, and keep growing.
Trust No One
Atau yang masih bingung mau pilih jalur karir yang mana silahkan baca tulisan tentang Career Path saya.
Enjoy reading
Have a good time.
Cheers
–dcy–
