Tabu
Hi friends,
Welcome back, buat temen-temen yang biasa baca cerita saya.
Hello buat yang baru pertama kali mampir dan menemukan tulisan ini.
Jangan dilanjutkan jika kalian enggan mendengar sebuah cerita yang tabu.
Seringkali kita sungkan mendengar apalagi membahasnya.
Tapi tak sedikit yang tak enggan melakukannya.
Taboo jika kita tahu tetapi pura2 tidak tahu resikonya..
Tabu jika kalian melakukannya dan masih merasa suci.
Pagi yang sejuk ini, dikarenakan guyuran hujan tadi malam.
Di tengah hiruk pikuknya kehidupan di sebuah kota besar.
Menulis sebuah cerita yang terlintas dalam pikiran setelah bercengkerama dengan seorang kawan.
Ya, kami membicarakan tentang SEX.
Sebuah kata yang bagi sebagian besar orang tabu/tidak pantas untuk dibicarakan.
Tapi faktanya banyak yang terjebak dalam sebuah hubungan yang salah.
Dan harus melalui realita yang menyakitkan.
Menurut saya dalam sebuah kata Sex itu tidak hanya mengandung arti kesenangan saja melainkan tanggung jawab.
Setiap pelaku yang mencari kesenangan dan kepuasan seksual seharusnya mengerti resiko2, bahaya serta tanggung jawab di dalamnya.
Tidak bisa dipungkiri dalam hal ini banyak perempuan yang menjadi korban.
Ya, korban kekerasan seksual, korban pemerkosaan dan lain sebagainya.
Wanita dipakai sebagai pemuas nafsu.
Addict
Sex itu membuat candu.
Sama seperti penyakit berselingkuh.
Pelakunya akan menormalisasi semua hal, asalkan keinginannya terpenuhi.
Nafsunya tersalurkan dan fantasinya bisa diwujudkan.
Sebenernya sex adalah anugerah dari Tuhan.
Jika kita tahu kapan harus melakukannya.
Temen-temen bisa baca apa kata alkitab tentang sex dalam artikel ini.
Namun sex juga menghancurkan.
Sex itu seperti anestesi saja > obat bius
Yang sifatnya sementara.
Kenikmatan yang seringkali membuat orang gagal fokus.
Akan tujuan awalnya, atau hanya sekedar mengalihkan masalah yang sebenarnya ada.
Mendengar cerita dari seorang kawan dan juga seorang pakar percintaan.
Laki-laki yang sering mengajak menikah saat masih pacaran.
Apakah bisa dianggap laki-laki itu serius?
Ternyata jawabannya TIDAK.
HATI-HATI !!
Kata-kata ajakan untuk menikah yang diucapkan oleh laki-laki itu sebagai bahasa rayuan baginya.
Jadi bukan sebuah kata yang menyatakan bahwa dia serius denganmu.
>> I will marry you ; aku kan akan nikah sama kamu ; kamu kan yang terakhir buat aku ; etc.
Melainkan sebagai sebuah rayuan yang manipulatif.
Yang seringkali dipakai sebagai tiket untuk mendapatkan free-sex.
This mean he is asking a sex for free.
Yup, mau yang gratisan.
Tapi denganmu dia akan selalu menggunakan kalimat itu untuk dapat meyakinkanmu akan keseriusannya.
Bagaimana tidak percaya, jika dia mengucapkan itu lagi dan lagi.
Berkali-kali hingga kita benar2 diyakinkan oleh ucapan dan janjinya itu.
Sehingga, saat kalian merasa telah dapat mempercayai keseriusannya.
Dan dia tlah berhasil meyakinkan kalian dengan kata-kata manisnya.
Maka kalian akan menyerahkan apapun yang dia inginkan.
Termasuk melayani kebutuhan seksualnya.
Mission accomplished. Tujuannya tercapai.
Yes, dan dia mendapatkan sex for free tentu saja.
Dia akan menganggap kalian mau melakukannya,
sekalipun kalian merasa terpaksa melakukannya.
Dia akan meminta kamu melakukan itu berulang2 karena sex addict
sampai semua kepuasan dia dapatkan.
Merasa kalian lebih bersih daripada dia harus pesan cwe BO, dan kalian adalah pacarnya.
Dan yang pasti dapatnya cuma-cuma alias gratisan.
Ini berlaku buat yang kere atau beduit, sama aja kog.
Sisanya, nothing to lose buat dia.
Hubungan kalian ga lagi berarti buat dia.
Bagaimana bisa terlepas
Baginya tabu untuk membicarakan hal itu.
Agar supaya terlihat suci and nice.
Jangan harap berpikir tentang tanggung jawab.
Dosapun tak terpikir baginya.
Semudah itu memungkiri ucapan dan janjinya?
Ya tentu saja, mudah kog mengingkari komitmen.
Sejahat itu ya pada perempuan?
Ya tentu saja itu bukan intensinya sejak awal.
Pasti itu yang akan dijawabnya.
Kog ga takut ya reputasinya rusak.
Tentu aman, kan kalian bukan siapa2.
Dia dapat perhatian kalian, dia dapat menyalurkan hasrat dia.
Ya, jangan kaget kalau dia akan mengakhirinya dengan playing victim.
Laki-laki seperti itu pandai berbicara dan sangat manipulatif.
Tentu saja semua demi terhindar dari yang namanya tanggung jawab.
Jadi, bagaimana bisa terlepas?
Jika dia mengajakmu menikah tetapi tanpa perbuatan dan tindakan nyata yang bener-bener bisa dibuktikan.
Melainkan dia malah “menagih” itu lagi.
Sebaiknya lawan godaan itu then say No and Run..
Kata-kata manisnya bisa sangat menghancurkan hidup kalian.
Kalian mungkin bakalan endup dengan feeling regretful, sorrowful and depressed.
But as a man, he didn’t feel guilty at all.
Dalam hal ini perempuan yang paling dirugikan dan dikecewakan.
Resiko tertular penyakit kelamin, rentan serviks (HPV), HIV hingga kehamilan pun juga mungkin harus dihadapi.
Belum lagi efek emosional, mengurangi kesehatan mental hingga kehilangan rasa percaya diri.
Serta resiko lainnya yang bisa temen-temen baca dari artikel berikut:
> bisa mempengaruhi mental
> terkena penyakit menular seksual/penyakit kelamin
1 Korintus 6:18 >> Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
Jadi intinya, choose the right partner and be responsible.
Last but not least, always remember this quotes from me “Don’t pull yourself to the demon”.
Saya doakan temen-temen terhindar dan dijauhkan dari laki-laki yang wujudnya seperti itu ya.
Bagaimana ceritamu?
Share with me if you have a similar story.
Have a good time.
–dcy–
