Titik Terendah
Hello temen-temen yang baik semoga kalian happy dan sehat ya.
Ada sebuah cerita dari seorang sahabat.
Saat dia mengalami titik terendah dalam hidup.
Cerita yang bisa menjadi renungan buat yang membutuhkan.
Seperti kata Rick Warren “Orang lain akan menemukan kesembuhan dari lukamu”.
….
Dalam sebuah perjalanan kehidupan.
Seorang yang biasa-biasa saja.
Jauh dari kata sempurna, sederhana namun luar biasa.
Hingga pada beberapa titik perjalanan hidup.
Aku harus terhenti.
Beberapa kali Aku mengalami kepahitan dari kejamnya sebuah kehidupan yang sama sekali tidak pernah terbayang olehku.
Melewati sekian banyak lembah kekelaman.
Dengan hati yang hancur.
Titik dimana kumerasa tidak ada jalan.
Kanan kiri mentok, depan belakang ketutup.
Bahkan lupa masih ada jalan ke atas.
Suatu keadaan yang tidak terbayangkan dan kualami.
Kandasnya sebuah relasi, disertai oleh banyak kekecewaan, luka serta kepahitan yang dalam, hingga kehilangan sebuah mata pencaharian.
Seorang upahan yang tanpa pekerjaan untuk bertahan hidup.
Yang sangat sederhana tetapi memiliki cinta yang selalu disertai kebodohan.
Berani mengorbankan segalanya untuk sesuatu yang tidak pasti.
Kehilangan
Kehilangan itu biasa, kata orang.
Tapi disertai oleh kehilangan pekerjaan dan harus menghidupi orang yang menjadi tanggungan.
Itu luar biasa bukan.
Orang betawi bilang “Udah jatoh ketimpa tangga”.
Dunno what to do.
Bingung dan menangis menjadi aktivitas harian yang sering dilakukan.
Intimidasi Roh Jahat sering berujung pada suatu hal dimana aku ingin menyakiti diriku sendiri.
Aku menutup diri dari duniaku.
Aku menjauh dari kehidupanku dan pedasnya mulut pencemooh.
Karena overthinking dan intimidasi iblis.
Kehilangan yang bukan cuma kehilangan biasa.
Tapi menghancurkan semua harapan dan kehidupan serta integritas.
Serta merta membuat duniaku berhenti.
Semua mimpi dan harapanku hilang seketika itu juga.
Seorang yang ceria dengan sejuta mimpi dan harapan, berubah menjadi seorang yang pendiam, plain, flat with no plan.
Mimpi-mimpi yang pernah ada dan menjadi ambisinya terkubur dengan sendirinya.
Takut
Aku yang semula percaya diri, menjadi serba takut.
Takut bertemu orang, Takut melangkah bahkan hingga takut melanjutkan hidup.
Ketakutan demi ketakutan kualami.
Sampai sebuah penyakit datang menghampiri tubuhku.
Tak kunjung usai juga hingga aku menceritakan ini.
Bayang-bayang kehancuran hidup yang selalu menghantui semakin membuatku takut.
Mimpi buruk demi mimpi buruk kembali terlintas.
Saat aku mencoba untuk melihat hal baik dari setiap janji-Nya yang belum digenapi.
Apakah aku ini?
have facing all the problem.
heartbreak-hopelessness-failures-lose integrity
Manusia yang tak pantas. Mendapat kesempatan berkali-kali.
Namun jatuh lagi.
Ketakutan akan bayang-bayang tekanan kehidupan.
Fear of being judged also makes me scared.
Bagaimana tidak, aku mempunyai beban dan tanggung jawab.
Tapi hancur remuk tanpa topangan untuk bisa hidup normal.
Iya, aku bingung.
Give thanks
Sempat kehilangan rasa syukur.
Tak usah bicara bangkit.
Melihat diri sendiri dan memaafkan diri sendiri saja aku belum mampu.
Merasa hina dan tak layak.
Karna tak bisa menyalahkan orang lain.
Semua sirna seiring hilangnya harapanku untuk hidup.
Kulalui hari-hariku dengan tanpa adanya pengharapan.
Sudahkah aku bersyukur? Give thanks to the Lord what He has done?
Melihat ke belakang apa yang sudah Tuhan ‘bri.
Aku hancur, iya, lalu apa?
Hanya hembusan nafas dan dianggap hina bagi dunia, iya, lalu apa?
Tetapi Dia bilang aku berharga di mataNya.
>> Yesaya 43:4a – “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau”.
Aku hanya kehilangan yang dunia miliki.
Tetapi tidak kehilangan kasih Bapa
Saat aku coba tenang. Aku bisa dengar suaraNya.
Aku bisa berbicara denganNya walaupun lewat tetesan air mata.
Bukan hanya kegagalan yang kusampaikan tetapi sebuah kehancuran hati yang tak terucap.
Air mata ku disimpan dalam kirbatNya. Menunggu penggenapan janji Tuhan padaku.
>> Mazmur 56:9 – “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu.”
Lewat tenangku, badai tetap ada tetapi aku tidak goyah.
Situasi belum berubah, solusi belum ada dan keadaan tetap sama.
Tetapi sungguh benar Dia membuat hatiku tenang.
Supaya aku mampu mendengarNya.
Dia tidak sedetikpun meninggalkan aku.
>> Yohanes 14:18 – “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu”.
>> Mazmur 37:25 – “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan”.
Dia Ajaib
Caranya tak terselami.
Dia membuatku bisa mendengarNya.
Tidak audible bahkan.
Sungguh Dia Ajaib.
Dia mengenalku. Dia tahu semuanya.
>> Ayub 23:10 – “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas”.
Suara ini terus menerus ada ditelingaku.
Bahkan saat aku hanya diam termenung, Dia tetap mengatakan itu padaku.
Semua perkataanNya yang kudengar sejak masa kecilku baru kudapat semua rhemanya melalui pergumulan itu.
Berulang kali Dia mengatakan itu juga padaku saat itu.
Kutulis sebagian yang dapat kudengar jelas.
Dan itu yang membuat hatiku lebih tenang.
“everything is gonna be alright” He said.
>> Matius 14:27 – “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”.
>> Yesaya 41:10 – “Jangan takut, karena Aku bersamamu. Jangan khawatir, karena Akulah Allahmu. Aku akan melindungimu, Aku akan menolongmu. Aku akan memegangmu erat-erat”.
>> 1 Petrus 5:7 – “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”.
>> Mazmur 34:19 – “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya”.
>> Yakobus 5:1 – “Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!”.
>> Yakobus 5:8-9 – “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!” ; “Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum”.
Dia tetap Tuhan
Sekalipun badai bergelora. Dia tetap Tuhan.
>> Keluaran 14:14 – “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja”.
Saat tidak ada jalan, masih ada jalan ke atas.
Aku masih punya Tuhan. Dia tetap Tuhan.
>> Galatia 6:7 – “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya”.
Ga ada dosa yang sempurna sampai Tuhan ga bisa lihat -Ps. Gideon S-
Yang Dia mau cuma ingin aku kembali.
Fokus sama rencana-Nya.
And thank you for all the pain, so that I can see the glory of His power.
Jalan sama Tuhan
Aku pilih jalan sama Tuhan.
Karena Dia yang kasih pengharapan baru dan hati yang baru.
Bahkan mata baru, untuk senantiasa memandang sesuatu dari kacamatanya Tuhan.
>> 1 Korintus 1:28-29 – “dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah”.
Ketidaksempurnaan yang oleh karenanya Dia memilih untuk membebaskanku.
Dia tidak melepaskan yang tak berarti ini.
I was redeemed.
Dia beri pekerjaan baru, supaya aku tahu itu Dia.
Waktunya pas, posisinya pas, lokasinya pas, keadaannya pas.
He pay all the bills. “and tears start falling”.
Sekaligus dengan itu Dia kasih “karunia untuk menikmatinya”.
Dan juga hati yang baru untuk sungguh berkenan kepadaNya.
Sekalipun kondisinya belum berubah.
Hatiku sudah diubahkanNya.
Sabarku dan setiaku tetap tinggal.
Aku taruh semua pengharapanku dibawah kakiNya.
Aku ga lagi belok kanan kiri, tapi jalan lurus dan memandang keatas.
>> 1 Petrus 5:6 – “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya”.
Trust on Him. Because He always watching on us.
Tetep semangat buat temen-temen semua.
Titik terendah kalian pasti bisa dilalui kalau kita jalan sama Tuhan.
I could spare my ears just to hear you guys..
Keep Faith
Desy
