Cerita Lalu
Hai Teman setiaku.
Apa kabar kalian.
Saya harap kalian sehat ya.
Dan tetap bersemangat
Pagi ini ditengah-tengah minggu, di hari Rabu kali ini.
Saya sempatkan menuliskan ini sebelum memulai aktivitas.
Setelah saya membaca beberapa ayat di Pagi ini, ada beberapa pelajaran yang saya dapat.
Yaitu “Beberapa Nasihat” untuk mengampuni dalam Lukas 17:1-6.
Tapi bukan renungan tadi yang ingin saya ceritakan.
___
Berita Duka
Jadi beberapa minggu belakangan ini saya banyak mendengar berita duka.
Ya dari stories sharing itu, saya mengetahui berita duka tersebut.
Yang saya lihat beberapa orang yang meninggal itu, usianya masih muda menurut saya.
Ya ga jauh lah dengan usia saya.
Bahkan ada teman sekolah saya dan seumuran.
Memang kematian bisa datang kapan saja dan tak ada 1 manusia pun yang tahu.
Apa yang membuat saya ingin menuliskan ini?
Ya karena ada sesuatu yang mengingatkan saya.
Waktu Kita Terbatas
Yes, waktu kita di dunia ini ada batasannya.
Siapa yang tahu?
Cuma Tuhan.
Beda dengan saat saya masih kecil.
Berita duka yang saya dengar, orang yang meninggal pasti sudah kakek2 atau nenek2.
Atau setidaknya usia setengah abad ke atas.
Tapi kini, kematian terasa semakin dekat dengan kita.
Banyak orang disekitar saya yang dipanggil Tuhan sebelum usia setengah abad.
Ada yang karena sakit ataupun kecelakaan.
Kalau circle nya jauh mungkin saya ga terlalu peduli.
Tapi kali ini mereka itu ada di mutual friend saya.
Jadi kebayang kan?
Sebuah Cerita Lalu
Teringat akan cerita lalu ketika pagi ini mendengar kakak dari ex saya yang meninggal dunia.
Berita itupun tanpa sengaja saya dapatkan dari sahabat saya.
Hanya terpaut 5 th usianya dengan saya.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini.
Termasuk berita yang barusan saya dengar.
Terakhir kali saya menemuinya kira-kira 10 th yang lalu.
Saat dia ingin menjadi reseller saya.
Singkat cerita, saya sudah pindah tempat tinggal.
Setelah masalah saya dengan adiknya.
Dan saya tak pernah lagi menghubungi dia dan keluarganya.
Tetapi Saya ingat, pernah mengucap sebuah perasaan sakit dan kecewa pada adiknya.
-Suatu hari nanti kamu akan rasakan gimana sakitnya melihat orang yang kamu sayangi disakiti orang lain-
Apa saya sadar mengucapkannya?
Tentu saya sadar karena mengucapkannya sambil menangis.
Dan saya tiba-tiba mampu mengingat itu hari ini.
Setelah sekian lama memori saya terhapus.
Dan 2 tahun berselang Ibunya harus melewati penyakit keras sampai akhirnya meninggal.
Apa yang terjadi setelah itu. Ibunya menghampiri saya setelah H+1 kepergiaannya.
Dan telah membuat saya ketakutan.
Kini setelah 11 tahun lamanya, saya kembali teringat ucapan itu lagi.
Kakaknya ternyata sudah melewati sebuah penyakit keras selama beberapa tahun terakhir.
Sampai akhirnya Tuhan panggil kemarin.
Sebuah kisah yang sebenarnya pernah menjadi akar pahit dalam hidup saya.
Yang telah saya kubur dalam-dalam.
Berusaha hidup tenang dalam pemeliharaan Tuhan.
Melupakan semua kepahitan.
Dan saat menyerahkan semuanya dibawah kaki Tuhan.
Semua ada dalam genggaman TanganNya.
Pelajaran Hidup
Pelajaran hidup apa yang saya dapat dari berita duka tersebut?
Kematian adalah sebuah kepastian buat setiap kita yang hidup.
Tidak tergantung berapa usia kita.
Tanpa peduli status kita saat itu.
Tidak memandang sehebat apa kuasa, jabatan dan kedudukan kita.
Semua yang ada di bumi memang sudah Tuhan tentukan waktunya.
Dan tidak ada yang secara sengaja atau kebetulan terjadi.
Ya memang itu saya yakini sebagai waktunya Tuhan.
Tetapi jika saya menarik kebelakang dari cerita lalu yang saya alami.
Kedua perempuan yang paling dekat dengan ex saya tidak berumur panjang.
And that’s not a coincidence.
Tetapi yang saya rasakan itu adalah, apa yang pernah saya perkatakan terjadi.
Ya memang tidak sama persis.
Tuhan pandai memakai banyak peristiwa dan kejadian.
How could I not believe in the power of God?.
As Reminder
Galatia 6:7
“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya”.
Tuhan melihat saya dan Tuhan melindungi saya.
Bukan karena saya lebih pantas dan tersakiti.
Bukan saya juga yang menuntut balas.
Tapi the real Tabur-Tuai itu ada.
Yes and I feel it.
How to say, I know that it was Him show me His power.
He can do evertyhing that we never expect about.
Namun karena mata Tuhan ada disegala tempat.
Seperti kata Amsal 15:3
“Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik”.
Buat temen-temen semua.
Yang mungkin punya cerita yang serupa.
Just want to reminds you.
We must believe in the power of God.
Because whatever the battle is, He will fight for each of us.
No matter what.
> Kita tidak perlu membuktikan bahwa kita benar.
> Ketika kita angkat tangan, Tuhan yang turun tangan!
Jangan sampai kita kehabisan waktu untuk dekat sama Tuhan.
Sebelum giliran kita datang.
Yesaya 35:4
Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”.
Watch your step!
For God is watching over us.
Cheers
Dcy
