Now or Later

Now or Later

Hai Hai…
Sebelum menutup hari ini,saya teringat akan perkataan seorang rekan di kantor.
“Dia mau ditagih dimana, dunia atau akhirat?”

Begini ceritanya..

Suatu sore, di sebuah kawasan perkantoran.
Dalam perbicangan bersama beberapa rekan kerja.

Saat membahas tentang piutang customer yang belum melakukan pembayaran.
Pada sebuah perbincangannya dengan beberapa rekan dari divisi lain.
Ada seorang new joiner yang tiba-tiba mengatakan hal itu.

Dan lucunya mengkonfirmasikan itu kepada saya.
Benar kan ya mba?

Sebelumnya dia mengutarakan alasan-alasan dibaliknya.
Mengapa customer tersebut belum melakukan pembayaran kepada kami.
Ya walaupun saya sudah mengetahuinya.

Dan di akhir pembicaraan dia juga menambahkan.
Masak sih mereka mau ditagihnya di akherat sambungnya.

Now or Later.

Ya namanya hutang harus dibayar kan temen-temen.
Baik sekarang atau nanti.

Hutang/Piutang berkaitan dengan barang/jasa yang pernah atau sudah kita terima.
Bisa juga berupa hutang janji/komitmen.

Semua ada TOP nya bukan.
Tidak semua orang sadar akan hal itu.
Dan tidak semua orang mampu bertanggung jawab.

Melakukannya enak, tanggung jawabnya tidak mau.

Yah namanya manusia, bilang -tar sok tar sok- kan enak ya..
Sudah menerima jasa tapi enggan melunasi.

Apa kata Tuhan tentang hutang

Lukas 12:59 > Aku berkata kepadamu: “Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas”.

Roma 13: 8 > Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi.

Jadi jangan menggampangkan Hutang Piutang ya temen-temen.

Bertanggung jawablah untuk membayar apa yang menjadi hutang/piutang kita.
Jangan malah menambah dosa kebohongan dengan bilang tar sok tar sok.

Bahkan kadangkala ga sedikit yang mudah sekali kasih janji palsu.
Tapi tanpa kepastian.

Ini ada sebuah reminder untuk kita jika kita punya janji/hutang yang harus kita tepati.

Pengkotbah 5:4-6
5:4
> Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.

5:5 > Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.

5:6 > Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?

Jangan suka menunda apalagi pura-pura bodoh ya.
Tuhan melihat dan mencatat setiap janji dan nazar kita loh.

Kata khilaf untuk sebuah janji itu membawa murka Allah.

My quotes:
“Do not make promise, if you can not make it!
God takes care of everything that matters!”

Now or Later?
At the end of the day, you have to be responsible for everything that you do!


Orang yang tidak mengenal Tuhan saja bisa berkata begitu, masa kita yang mengenal Tuhan tidak bisa menepati janji.

Saya bersyukur, saya tidak punya hutang.
Apalagi mengucap sebuah janji yang tidak bisa saya tepati.

Sebisa mungkin saya sudah menepati setiap janji dan nazar yang terucap dari mulut saya.
Karena jika tidak di dunia, saat penghakiman tiba ya pasti akan ditagih juga kan?

Seperti perkataan rekan saya diatas =p

Enjoy reading!
Happy Weekend
dcy