Menyelesaikan Masalah

Menyelesaikan masalah.

Hello Sunday.
Hope you guys doing fine.
Pas banget siang ini dengan mood yang sedikit low.

Mari kita bercerita.
Keluar dari benak setelah selesai ibadah di pagi ini.

Banyak rhema yang bergulir mengantri untuk kutulis.
Tapi kali ini tentang keluar dari masalah dan mencari solusi.

Sebuah pengalaman yang pernah dilalui di sepanjang karir saya.
Melewati sebuah fase fresh graduate, beginner hingga senior.

Namun berambisi menjadi leader dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya.
Kematangan untuk menjadi leader ternyata ga semudah itu.

Proses menjadi seorang leader itu panjang.
Termasuk di dalamnya pendewasaan diri.

Bagaimana kita menyelesaikan masalah dan mencari solusi untuk setiap masalah yang muncul.
Baik itu internal maupun eksternal.


Latihan Problem Solving

Ternyata menyelesaikan masalah itu perlu latihan dan perlu diuji.
Supaya kita tahu sejauh mana kita bisa menghadapi masalah dan tekanan.

Apakah kita mampu menyelesaikannya dan mengevaluasi hasilnya?.
Metode apa yang digunakan?

Solusi apa yang dibutuhkan?
Rencanakan lalu Evaluasi.

Saya saja sampai di ikut sertakan dalam sebuah training saat itu.
Sekalipun dalam assessment atau penilaian akhirnya saya ga lolos tapi saya dapat pelajaran baru saat itu.

Merasa skilled and talented dalam pekerjaan kita sendiri, bukan berarti kita capable menjadi seorang leader loh.
Saya belajar banyak dari senior, atasan juga management.

Bahwa seorang leader harus bisa menginspirasi orang lain/tim yang dipimpinnya.

Menjadi pintar dan mampu mengerjakan tugas-tugas kita serta menguasainya tidaklah cukup jadi modal untuk bisa naik ke level selanjutnya sekaligus menjadi seorang pemimpin.

Yang saya pelajari, sikap dan karakter seorang leader itu harus mampu mengarahkan timnya sesuai visi dan misi.

Leader yang baik juga harus dapat memotivasi tim untuk maju bersama, bertanggung jawab, serta berintegritas.


Memaksa/Kepaksa Jadi Leader

Mampu menyelesaikan masalah adalah bagian dari tanggung jawab seorang leader.
Baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan kita sehari-hari.

Nyatanya banyak orang yang tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dan bahkan lari dari masalah.
Bentuk rasa tidak tanggung jawab itu akan tercermin dalam setiap masalah yang muncul.

Mungkin karena kepaksa dan memaksakan diri jadi leader karena usaha yang dimilikinya atau karena alasan lain.
Ga menjadikan orang tersebut siap.

Siap untuk dewasa menjadi pemimpin.
Apalagi menyelesaikan masalah dan mengambil sebuah keputusan.

Ada yang memang bisa terbentuk dari situasi yang serba terpaksa yang kemudian membentuk karakternya atau sebaliknya.

Kebiasan dan bentuk didikan dan pola asuh orang tua dari kecil pun ternyata berpengaruh besar.
Saya pernah menonton sebuah film yang mengangkat sebuah tema yang sama.

Tentang seseorang yang tidak pernah diberi kesempatan juga diajarkan menentukan pilihan.
Apa-apa serba disiapkan dan dipilihkan.

Sehingga ketika besar, tidak mampu memilih dan mengambil keputusan.
Bayangkan saja, jika sejak kecil apapun tersedia baginya, dan orangtuanya selalu menyediakan apapun tanpa memberikan pilihan atau memberikan tanggung jawab untuk memilih.

Secara tidak sadar akan membentuk karakter yang tidak mandiri.
Serba bergantung pada orang lain.
Dan pada akhirnya tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Terlihat penuh pertimbangan padahal penuh kebimbangan juga kebingungan.
Yang bukan berakhir pada sebuah solusi melainkan pada sebuah dalih dan jawaban bahwa itu bukanlah solusi darinya dan bukan keinginannya sendiri.

Jadi nampak kan, mana yang kepaksa jadi leader dan yang sudah siap untuk menjadi seorang leader.


Kesimpulan

Kesimpulan dari saya.
Menjadi leader itu butuh waktu.
Bahkan terkadang tidak sejalan dengan skill dan pengalaman.

Kematangan dan kedewasaan dalam berpikir yang memampukan orang bisa mengurai masalah, bertanggung jawab dan mampu mencari solusi dari masalah yang dihadapi.
Baik untuk dirinya sendiri, timnya atau organisasinya.

Karena sebuah keputusan harus diambil dari setiap solusi yang diajukan bukan?
Mempertimbangkan solusi yang terbaik yang dipilih.
Dan evaluasi apakah solusi tersebut benar-benar efektif dan menjadi jalan keluar yang dibutuhkan?

Untuk temen-temen yang lagi dalam proses assessment untuk menjadi leader.
Saran dari saya, banyak-banyakin latihan untuk memecahkan masalah.

Kembangkan cara berpikir yang logis dan visioner.
Tidak salah kalau kita kembangkan skill kita secara khusus.
Tapi kalau tidak dewasa berpikir dan tidak bisa menjadi pemberi solusi bagaimana dengan timnya nanti bisa termotivasi?

Jika sudah matang dan waktunya tiba.
Pasti deh kita dapat kepercayaan untuk menjadi leader.

Last but not least, Good Attitude.

Attitude itu penting banget.
Karena pintar saja tidak cukup tanpa attitude yang baik.

Jangan sampai ketika kita siap jadi leader, eh attitudenya engga banget.
RedFlag kalau kata anak sekarang mah.

Itu sih pengalaman saya pribadi ya.
Semangat terus ya temen-temen.

Cheers
-Desy-