Merdeka!
RI sudah merdeka.
Kalau kamu gimana?
Enjoy the day off.
Temen-temen yang ga harus upacara lumayan kan ya.
Bisa rehat sebentar.
Yang ASN ya kudu berangkat upacara dong.
Kalau yang kantornya sudah ada selebrasi kemarin bisa rehat hari ini.
Keseruan momen Hut RI dengan lomba-lomba dan hadiahnya as usual selalu bisa kita rasain kan ya.
Pokoe momen kemerdekaan itu selalu menyenangkan.
Banyak hal yang bisa kita dapat.
Lewat kebersamaan dengan tim dikantor atau di lingkungan tempat tinggal kita.
Banyak bazar dan promo juga tentunya.
Well, it’s time for a short reflection.
God give us a chance this morning to enjoy and celebrate Independence day.
To celebrate our freedom right?
Yap, kebebasan yang kita terima bukan untuk menindas orang lain ya.
Bukan juga untuk bangga dan menyombongkan sama apa yang kita punya.
Melainkan kebebasan untuk mengerti dan tahu tujuan hidup kita.
Apakah yang kita lakukan selama ini adalah benar, memberikan manfaat dan buah untuk orang disekitar kita?
Membantu orang lain in the smallest form of action.
Atau malah menjatuhkan?
Karena yang baik itu belum tentu benar.
Tetapi yang benar sudah pasti baik.
Ya emang sih kita udah beda dari orang lain.
Setuju kog.
Ya emang sih kita dapat dukungan yang kita rasa benar.
Kamu yakin?
Tanya deh berkali-kali.
Check on your surrounding.
Kadangkala kita sering banget ngerasa yang support dan dukung kita itu benar.
Apa dasarnya?
Kita sudah melakukan yang benar atas pilihan kita.
Yang jadi pertanyaan apakah Tuhan berkenan?
Masih bingung?
Oke. Sederhananya.
Bagaimana melihat sesuatu yang dikenan Tuhan.
Apakah ada damai sejahtera atas tindakan, perlakukan dan pilihan kita itu?
Padahal yang dilakukan belum tentu sebuah kebenaran.
Jadi apa yang harus dijunjung, kalau gitu?
Bangga dan berbesar hati atas kesalahan besar itu sebuah kemenangan/kemerdekaan?
Jika kesalahan yang dibuat tidak merugikan orang lain.
Kamu boleh berbangga hati.
Bila sebaliknya, what does matter to others, matters to you!
The universe watch over us.
Kebebasan dan kemerdekaan yang kamu punya bukan untuk menjatuhkan orang lain.
Apalagi kita sebagai mahkluk sosial.
In any form of media we can get any kind of information easily.
Mau kalian sebagai karyawankah, pekerja seni kah, pemilik usaha, pekerja lepas, atau apapun profesi kalian.
Well, never underestimate people.
Because one day your path will cross again.
And always remember God never sleep.
Even when the hero gets freedom.
Use your freedom wisely.
Berani karena sudah Merdeka
Menurut saya para pahlawan mewariskan sebuah nilai perjuangan.
Dimana ada sebuah kata Berani di dalamnya.
Berani mengungkapkan pendapat juga menyampaikan perasaan.
Berani menyatakan pilihan.
Dan berani bertanggung jawab atas pilihan kita.
Menjadi seorang pengecut bukanlah cita-citanya pahlawan kita.
Bagaimana seorang pengecut bisa menghadapi musuh?
Karena pengecut itu penuh keragu-raguan dan tidak berani menghadapi apapun.
Sudahkah kamu merdeka?
Dari perasaan bersalah?
Atau masih berada dalam perasaan tertekan dan juga intimidasi?
Jika ya, I hope you guys Ok.
And I’ll pray for you.
Merdeka!
——
Temen-temen yang butuh support.
Boleh baca tulisan saya yang lain.
Bagaimana kalian bisa merdeka dan lepas dari depresi.
If you see the password, you can ask me.
This letter also dedicated to my father.
I wrote this letter when in the darkness. Surat untuk Papa
Hope you guys get healing from my wounds.
It’s another SBM stories of mine with irresponsible man that makes me drowning.
Semangat meraih cita dan perkenanan Tuhan.
God is counting.
GBU all
–dcy–
