No Pain No Gain
No Pain No Gain.
Sebuah ungkapan yang tidak asing lagi dan sering kita dengar.
Judul yang tetiba come out of my head.
After my Sunday prayer.
Tidak ada pengorbanan, tidak ada hasil.
Bener begitu kan ya?
Tapi bagi saya, waktu menghadapi masa-masa sulit.
“No Pain No Blessing” adalah ungkapan yang lebih tepat dengan makna yang sama.
I will tell you my stories.
Let’s start.
Segala sesuatu ada masanya.
Ada masa untuk menabur ada masa untuk menuai.
Ada waktu untuk menangis ada waktu untuk tertawa.
Waktu untuk berduka dan waktu untuk bersuka.
Memang benar ga akan ada keberhasilan tanpa sebuah pengorbanan/kerja keras.
Segala yang kita dapatkan di dunia butuh di perjuangkan.
Lalu apa gunanya kasih karunia?
Bagi dunia, keberhasilan dan berkat itu hanya berhenti dengan sebuah kata berhasil.
Sukses dan dikenal banyak orang.
Penuh kelimpahan harta tapi tidak punya karunia untuk menikmatinya.
Tapi bagi kita yang mengenal Tuhan.
Berkat yang kita terima ga akan bisa kita nikmati tanpa kasih karunia.
Bagaimana kita bisa merasakan berkat jika tidak pernah merasakan sebuah penderitaan, sakit hati atau kegagalan.
Atau boleh dibilang Tak ada penderitaan, tak ada berkat yang sepaket dengan kasih karunia untuk menikmatinya.
Yes. Itulah cara Tuhan.
Membuat kita mampu bersyukur.
Membuat kita sadar bahwa masih ada Tuhan.
Ternyata lewat penderitaan dan airmata kita akan menuai berkat Tuhan.
Dan penderitaan menjadikan kita dapat melihat kuasa Tuhan.
Apapun yang ingin dia bentuk.
Dia tunjukkan melalui penderitaan kita.
Dia ingin kita jadi pribadi yang lebih baik lagi.
So, jangan bernegatif thinking dulu.
Ga sabar sih ya emang.
Sama. saya juga.
Sabar
Tapi benar kog. Semua sudah tertulis dalam kitab kehidupan.
Tuhan mau, kita sabar.
No Pain No Gain = No Pain No Blessing
Dia mau banget kasih kita berkat.
Tapi Dia juga gamau kita jadi gampangan.
Tuhan mau kita kuat melewati setiap pencobaan.
Dan Tuhan tahu kita juga mampu melewatinya.
Ini salah satu ayat yang juga menguatkan saya.
Filipi 4:13. Bersama Dia kita cakap menanggung segala perkara.
Karena Dialah yang memberikan kekuatan kepada saya.
Roma 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Seorang Ps. Billy Lantang pernah menyampaikan sebuah pesan.
Yang dia katakan, bahwa kita baru akan tahu apa yang Tuhan kerjakan nanti di ujung jalan.
Kalau sudah selesai.
Tapi yang pasti yang Tuhan kerjakan itu untuk mendatangkan kebaikan.
Yang terus kita tanyakan.
Kenapa sekarang kita ga baik-baik aja ya?
Kenapa sekarang penderitaannya, badainya ga lewat-lewat juga.
Malah mondar-mandir aja.
Gitu kan temen-temen?
Ya karena Tuhan masih bekerja.
He always will.
Never lose hope.
When the time is right, He will show us.
Short stories
=======
Saya pernah melewati sebuah lembah.
Lembah dalam sampai saya ga bisa lihat apa-apa terlebih sebuah pengharapan.
Setiap hari hanya kepedihan yang dirasa.
Saya tetap berdoa, walau terkadang ga tahu dimana Tuhan.
Tuhan ga kemana-mana weh..
Mungkin gitu jawabannya kalau Tuhan itu Gen-Z.
he he he
Tuhan ternyata dekat dengan saya.
Bahkan beberapa kali menunjukkan kuasaNya pada saya.
Hal-hal yang sulit dipercaya bisa terjadi.
Dan itu Tuhan seru saya.
Memang ada sesuatu hal harus terjadi atas kita.
Bukan karena mau kita atau karena kesalahan kita.
Tapi karena itu Kedaulatan Tuhan.
Nah ini lembah kesekian kali yang saya harus lewati.
Apakah ini lebih mudah?
Tentu tidak.
Lembah ini lebih dalam.
Dan saya tak lebih dari sanggup bisa melewati ini sendiri.
Iman saya kecil memang.
Bukan berarti karena sudah berpengalaman jadi saya bisa melewatinya.
Tidak.
Saya bahkan lebih kacau dari sebelumnya dan ga tahu harus berbuat apa.
Saya sudah berserah dan penyerahan hidup saya lebih kepada saya tahu Tuhan tahu apa yang saya butuh.
Itu saja.
Jalan selangkah demi selangkah malah banyak mengalami banyak perjumpaan.
Tuhan itu benar-benar sanggup melakukan apapun.
Dia Allah yang tidak ingin dipermainkan.
Dan saya percaya itu.
Sekalipun saya belum keluar dari lembah itu.
Saya sudah yakin bahwa Tuhan itu ada dan Dia penuh kuasa.
Tanpa penderitaan itu saya ga bisa lihat Tuhan.
Dan tanpa rasa sakit itu saya ga bisa lihat berkat penyertaan Tuhan.
Atau bila semua saya lewatin tanpa penderitaan itu.
Saya ga akan menerima kasih karunia untuk menikmati berkat2 itu.
I hope you can feel it too.
Jangan lupa sharing ya jika satu hari nanti, temen-temen bisa keluar dari lembahnya masing-masing dan menerima berkat Tuhan.
It’s worth to wait.
I’ll let you read my stories..
merdeka dan lepas dari depresi
Have a good day.
Cheers
–dcy–
