Trust No one
Menikmati minggu siangku kali ini.
Sepulang beribadah.
Lagi kepikiran sesuatu.
Jadilah kubercerita.
Trust no one = Don’t trust anyone.
“Because trusting the wrong person will make you discourage”.
“And even lose self-confidence”.
It was my personal quotes =p
Sebenarnya hari ini penyakitku kambuh lagi.
Perut kembung dan keram datang bersama teman2nya.
Sakit bener aselik.
And here I am, share the stories to you.
Ini sebuah cerita yang pernah kutulis sebelumnya.
Tapi ya berhubung hilang as I told you guys.
Saya nulis lagi deh.
>> OK. Here we go
Cerita seorang sahabat.
Dengan masa lalu yang tak mudah dilalui.
Namun berusaha menata lagi, dengan tuntunan Roh Kudus.
Simple? Tentu tidak!
Kehidupan yang penuh dengan air mata.
Takkan mudah diurai lewat kata.
Tanpa bermodalkan apa-apa selain sebuah keyakinan kecil.
Bahwa ratapannya kan diubahkanNya menjadi tarian.
Tuhan gantikan dengan sukacita.
Saat dia menemukan seseorang yang dinantikan.
Sebagai jawaban doanya.
Yesaya 40:31a
“orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru”.
Wajahnya kembali bersinar, keceriaannya mulai terpancar.
Sesuatu yang kupikir akan bertahan selamanya.
Karirnya yang semakin menanjak.
Itu semua seperti sudah dipersiapkan-Nya.
Semua yang tampak indah sebagai janji Tuhan padanya.
Tak berlangsung lama.
Terkena tipu daya iblis.
Membuatnya mampu menyerahkan apa yang selama ini dia pertahankan.
Apapun dikorbankannya demi sesuatu yang menghancurkannya.
Ketulusan yang disertai kebodohan.
Menjatuhkan pilihan yang salah.
Sukacitanya sirna seketika itu juga.
Semuanya hanya sementara.
Sukacita yang semu.
Bahkan dia harus mengalami sebuah kehancuran lagi.
Karena mempercayai orang yang salah.
Semua kata manis yang mampu meruntuhkan mimpi sederhananya.
Pengorbanan yang dia lakukan tak berarti apa-apa.
Penghinaan dia rasakan, direndahkan, dikhianati, ditipu dan juga dimanipulasi.
Mengalami sebuah musim yang lebih dalam lagi.
Lebih dalam dari titik rendah sebelumnya.
Trust God
Trust God only.
Dan ketika dia mengakui kesalahannya.
Telah mempercayai orang lain.
Tuhan sendiri yang melindunginya.
Air matanya di simpanNya juga.
Tidak ada yang sia-sia bagiNya.
Ceritamu di dengarNya dan disimpan olehNya.
Takkan lagi diceritakannya pada orang lain yang tak kau kenal.
Dia tak mungkin mengecewakan dan menjatuhkanmu.
> Percayalah pada Tuhan karena dia tidak pernah mengecewakan.
Yeremia 17:7
”Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”.
> Jauh dari itu semua Tuhan punya rencana indah.
Yeremia 29:11
”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.
> Dia mengenalmu dan tahu namamu.
Yesaya 43:1b
”Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku”.
> Dia yang akan membelamu.
Keluaran 14:14
”TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja”.
Roma 8:31
”Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”.
Saat saya baca semua perkataan Tuhan itu atas semua cerita itu.
Yes, I do believe in Him alone.
Efesus 3:20 TB
”Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita”.
Ephesians 3:20 KJV
”Now unto him that is able to do exceeding abundantly above all that we ask or think, according to the power that worketh in us”.
The fact:
There was no commitment she could even get.
There were no promises he could make. Only God’s promises will be fulfilled.
Now, she realized that everything in this world would return.
Nothing is eternal.
Let’s rely on Him. Because He is so reliable.
Be though
Enjoy reading
Desy
