Cover

Cover

Happy Saturday temen-temen.
Enjoy the weekend, don’t you?

Saya mau nulis cerita, setelah kerjain hobby saya selesai.
Ditemani alunan music dari System of a down.

Everything is clean. So that I can relax.
May I ask you a question?

What makes you happy in the weekend?
Yes. Got a me time right?

Well back to its cover.

Apa yang pertama kalian lihat saat mau beli buku atau sesuatu barang yang tertutup box.
Pasti covernya bukan?
Atau review dari pengguna atau pembeli sebelumnya.

Bagus tidak cover depannya.
kira-kira ada deskripsi mengenai isinya atau cara menggunakannya.

Cover atau review itu menentukan ketertarikan kita bukan.
Menarik minat kita untuk membelinya, membacanya dan memilikinya.

Yah, walaupun sering terjadi in reality kita tertipu dari cover yang begitu ditampilkan dan di desain semenarik mungkin padahal isinya ga sesuai dengan tampilan cover.

Yang tadinya kita pikir membuatnya atau merakitnya tidak sulit ternyata sulitnya bukan main.

Buku yang kita lihat covernya menarik dan sinopsisnya Oke ternyata isinya tidak seperti yang kita harapkan.

Zonk

Pernah merasa zonk ya.
OK sama. Saya pun.

Beberapa waktu lalu saya baru membeli puzzle yang saya pikir tidak terlalu sulit.
Gambarnya yang lucu dan deskripsi yang bagus dari penjual.

Cukup menarik minat saya untuk membelinya.
Tapi apa yang terjadi ketika barang itu sampai.

Packagingnya memang rapi dan boksnya pun bagus sekali.
Namun ketika saya membukanya dan mulai memainkannya.

Saya baru menyadari bahwa itu rumit sekali.
Dan tersadar bahwa saya salah beli.

Walaupun akhirnya tetap saya mainkan.
Berusaha menikmati kerumitan itu.
Dengan durasi penyelesaian yang lebih panjang dari seharusnya.

Well, melihat sesuatu yang tampaknya dari luar saja tidaklah cukup untuk kita bisa memberikan penilaian.
Yes, bagaimana kalau itu “Kenalan kita” ?
Perkenalan dengan orang yang zonk?

Yang selalu menampilkan yang bagusnya.
Tampak sangat sempurna namun ya gitu deh ya (isi sendiri).

Apakah yang tampilannya oke dalemannya juga oke?.

Fakta membuktikan…..
Image yang oke belum tentu memberikan penilaian oke.

Bisa jadi itu hanya sebuah tehnik marketing saja.
Yang kata orang personal branding.

Yaah gimana jagonya aja, mereka jual diri mereka.
Mungkin seperti cari target lah ya..

Have you met one? Hopefully you guys can avoid people like that.

Kesimpulan

Jadi bener kata pepatah “Don’t judge the book by it’s cover” and otherwise.

Kita seringkali terkecoh sama sesuatu yang tampilannya bagus diluar.
Tapi dalamnya rumit dan penuh masalah.

Terlihat mahal saja ga menjadikan barang tersebut sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Mahal itu pasti bagus dan menyenangkan? Belum tentu.
Sebaliknya yang murah dan jelek udah pasti tidak menarik dan pas-pasan.

Sama seperti mengenal orang baru tadi.
Yang cuma menampilkan yang terbaik saja.

Baik, Pekerja keras. Namun tidak bisa menghargai orang lain.
Artinya bisa jadi, baiknya itu adalah baik dalam hal menutupi masalah atau negatifnya aja.

So, be wise.
Unless you are Okay to lose your time and spent more than it should be.
You will lose your money too. For the time that you spend.

Cheers
Desy